Yuk Ketahui Metode Pembelian Rumah di KPR Syariah

Yuk Ketahui Metode Pembelian Rumah di KPR Syariah

Memiliki rumah menjadi sebuah impian bagi orang yang sudah berumah tangga. Namun, harga properti yang semakin hari semakin meningkat, menyebabkan pembelian rumah semakin sulit dilakukan. Salah satu cara yang bisa ditempuh agar pembelian rumah lebih mudah, yaitu melalui kredit. Apalagi saat ini sudah banyak bank syariah yang menyediakan KPR syariah. Berikut ini metode pembelian dengan kredit yang ditetapkan di bank syariah.

Akad yang Digunakan Kredit Pemilikan Rumah Syariah

Sebenarnya metode pembelian rumah yang diterapkan dengan sistem kredit secara syariah, sama dengan jual beli tidak tunai. Akad yang digunakan pada beberapa produk kredit pemilikan rumah syariah ada beberapa jenis, diantaranya akad murabahah. Dari pihak bank syariah biasanya akan memberikan informasi mengenai harga rumah dan margin yang akan diambil kepada calon nasabah. Biasanya jumlah cicilan tergantung tenor yang diambil.

Jika nasabah ingin mengambil cicilan dengan tenor yang lebih lama, maka cicilan yang harus dibayar akan semakin murah. Sebagaimana contohnya ketika seorang nasabah ingin membeli rumah menggunakan akad murabahah, dengan harga rumah yang dipilih yaitu Rp 700 juta dengan tenor 5 tahun. Sedangkan margin yang diambil sebesar Rp 150 juta, sehingga jumlah uang yang harus dibayarkan selama 5 tahun adalah Rp 850 juta.

kpr syariah anda

Akad lain yang biasa dipakai yaitu akad musyarakah mutanaqishah. Akad ini pada dasarnya merupakan kerja sama untuk membeli sebuah rumah. Selanjutnya lama kelamaan, kepemilikan salah satu menjadi penurun sehingga kepemilikan jatuh kepada salah satu pihak yaitu bank. Sedangkan nasabah membayar angsuran untuk mendapatkan kepemilikan rumah tersebut. Dalam hal ini nasabah membayar sewa dan juga kepemilikan rumah tersebut kepada bank.

Tentunya antara KPR syariah dan konvensinal memiliki perbedaan, melihat dari akad yang digunakan. Jika KPR konvensional menggunakan akad pinjaman bunga. Sehingga angsuran bisa berubah mengikuti suku bunga BI. Sedangkan bank syariah menggunakan akad jual beli, dimana pihak bank mengambil keuntungan dari pembelian rumah, yang kemudian dijual kembali kepada nasabah.

Skema Pembelian di Kredit Pemilikan Rumah Syariah

Sebelum mengajukan pembelian rumah di kredit pemilikan rumah syariah, maka anda harus memenuhi beberapa syarat terlebih dahulu. Syarat utama yang harus dipenuhi yaitu, nasabah harus sudah memiliki penghasilan. Untuk nasabah yang menjadi karyawan harus sudah menjadi pegawai tetap dengan pengalaman kerja minimal 2 tahun. Sedangkan jika nasabah termasuk wiraswasta, maka harus sudah berpengalaman usaha miniimal 3 tahun.

Nasabah yang memiliki profesi di bidang tertentu seperti dokter, wajib berpengalaman praktek minimal 2 tahun. Sedangkan usia minimal nasabah harus sudah masuk 21 tahun, dengan usia maksimal 65 tahun. Selain itu, wajib bagi calon nasabah memenuhi persyaratan sebagai pemegang polis asuransi jiwa dan tidak termasuk ke dalam daftar pembiayaan yang bermasalah.

Setiap bank syariah memiliki persyaratan tertentu dimana antara bank satu dengan lainnya jelas berbeda. Namun secara umum, syarat syarat di atas harus dipenuhi. Setelah syarat syarat tersebut dipenuhI, pihak bank syariah akan menawarkan jenis akad yang diambil. Sehingga anda bisa memilih skema murabahah, musyarakah mutanaqishah atau Ijarah Muntahiya bit Tamlik. Setelah itu, anda bisa memilih harga rumah yang ingin dibeli dan tenor yang diambil.

Pembelian rumah di bank syariah yang dilakukan secara kredit, menggunakan akad yang sesuai syariah sehingga dianggap halal. Besaran cicilan tergantung dari akad yang dipilih dan lama tenor yang diambil. Mungkin pembelian dengan menggunakan sistem kredit terlihat lebih ringan. Namun, anda juga bisa menggunakan cara lain agar terhindar dari riba dengan membeli rumah di developer syariah maupun menabung dan berinvestasi terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *