Simak 5 Cara Kerja Telemarketing Agar Usaha Berjalan Efektif

Simak 5 Cara Kerja Telemarketing Agar Usaha Berjalan Efektif

Dunia marketing sama luasnya dengan dunia digital. Jika keduanya digabung menjadi sebuah bisnis, maka tak bisa dianggap enteng lagi. Saat ini sedang booming bidang jasa marketing digital, atau biasa dikenal dengan telemarketing. Di Indonesia, keberadaannya sangatlah familiar dalam dunia kerja. Cara kerja telemarketing bahkan mulai menjadi lapangan pekerjaan baru di tengah masyarakat. Memafaatkan kemudahan melakukan panggilan atau telepon dengan sejumlah tujuan.

Telemarketing adalah salah satu kegiatan promosi yang dianggep lebih efektif dari sekadar memasang iklan. Kerjanya memasarkan atau mensosialisasikan produk atau jasa melalui telepon. Biasanya perusahaan besar yang menggunakan strategi ini untuk menawarkan produknya. Cara penawarannya mudah diterima karena berbicara secara personal langsung kepada konsumen. Mengarahkan pasar potensial yang tadinya hanya ingin mendengar penjelasan jadi tertarik untuk membeli.

Ketahui Strategi Sukses Jadi Telemarketer Handal

1. Pahami Tentang Produck Knowledge

Sebelum menjadi seorang telemarketerr, Anda harus paham seperti apa produk atau jasa yang dijual dan tahu persis manfaat produk yang ditawarkan kepada konsumen. Pentingnya menguasai produk agar saat ada dialog singkat dengan calon konsumen semua pertanyaan dijawab dengan baik. Tujuannya agar konsumen tidak ada keraguan dalam membeli. Seorang telemarketer harus punya kemampuan untuk meyakinkan calon kosumen, menjabarkan semua keunggulan produk tanpa harus menghakimi produk lain.

Simak 5 Cara Kerja Telemarketing Agar Usaha Berjalan Efektif

2. Berbicara dalam Batas Sopan

Etika letaknya nomer satu dalam hubungan sesama manusia. Sama seperti saat berkomunikasi dengan calon konsumen. Usahakan gunakan nada lembut dan sopan, menandakan bahwa Anda siap memberi pelayanan terbaik. Kegiatan menelepon calon konsumen sebenarnya agak mengganngu privasi, jadi peniting menjaga kesopan dalam batas wajar, agar tingkat kekesalan tidak menjadi. Bicara dengan tertata dan nada tenanng, tidak terkesan memaksa konsumen.

3. Coba Riset Siapa Calon Konsumen

Cara kerja telemarketing dengan melakukan panggilan, banyak orang terganggu karena merasa tidak membutuhkan produk yang ditawarkan. Beberapa juga masih merasa asing dengan pekerjaan seorang telemarker. Jika tidak ingin mengalami kegagalan seperti itu, ada baiknya melakukan riset kecil siapa calon konsumen yang akan dihadapi. Misal, bila ingin menawarkan susu bayi, Anda harus mengetahui bahwa target adalah ibu-ibu kemudian menjabarkan semua keunggulan produk. Sasaran penawaran pas karena sesuai dengan kebutuhan.

4. Lakukan Komunikasi Efektif dan Efisien

Bertelepon dengan seorang telemarketer bagi calon konsumen sudah menghabiskan banyak waktu, maka telemarker harus pintar menjaga ritme komunikasi. Jangan bertele-tele dan tidak jelas apa inti pembicaraan. Berkomunikasi dengan intonasi suara yang ramah dan tidak kaku. Gunakan 5W+1H untuk memberi informasi mendetail tentang produk kepada konsumen. Kehatian-hatian dalam memilih kalimat juga diperlukan. Karena tidak bertatap muka, jadi telemarketer tidak tau ekspresi apa yang ditampakkan calon konsumen.

5. Menjelaskan Maksud dan Tujuan ke Konsumen

Seorang telemarker tugasnya melakukan penjualan melalui telepon dan mengenalkan produk atau jasanya. Sama seperti marketing umumnya, Anda akan mengalamai penolakan saat proses penawaran. Itu sudah menjadi resiko pekerjaan. Maka, Anda harus meyakinkan tujuan penjelasan dan tidak terkesan memaksa. Agar calon konsumen semakin yakin untuk membeli produk atau memakai jasa. Beberapa akan menghadapi komplain, tapi tenang, cukup ucapakan permohonan maaf dengan tulus dan ajukan negosiasi ganti rugi.

Jika Anda berhasil memanfaatkan usaha telemarketing, bisa dipastikan akan mendapat sejumlah keuntungan. Tanpa diduga konsumen bertambah sendirinya, karena ada salah satu yang puas dengan pelayanan. Telemarketing berfungsi menjadikan konsumen loyal setelah diberikan perhatian dan jalinan komunikasi yang baik. Secara tidak langsung citra perusahaan akan berdampak di mata masyarakat luas. Tidak perlu modal besar, cukup kemahiran olah komunikasi yang dibutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *